_Middleware Telematika_

Apakah middleware itu ?? bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, middleware memiliki arti “perangkat tengah”, tetapi dari hasil browsingan yang telah saya lakukan. Middleware adalah relatif baru komputasi Selain lansekap. Itu populer pada tahun 1980-an sebagai solusi untuk masalah bagaimana menghubungkan aplikasi baru dengan sistem warisan yang lebih tua, meskipun system tersebut telah digunakan sejak 1968. Hal ini juga memfasilitasi pengolahan terdistribusi, hubungan antara beberapa aplikasi untuk membuat aplikasi yang lebih besar, biasanya melalui jaringan
Selain itu middleware mengizinkan sesuatu aplikasi yang dijalankan pada platform yang berlainan berhubung di antara satu sama lain. Middlware mengizinkan membangun hubungan untuk tidak bergantung kepada suatu jenis rangkaian protokol, sistem pengoperasian dan peralatan.

Jenis-jenis Middleware :
1. HM (Homegrown Middleware)
2. RPC (Remote Procedure Calls)
3. ORB (Object Request Brokers)
4. MOM (Message Oriented Middleware)
5. TPM (Transaction Processing Monitors)

Cara-Cara Memilih Middleware
Apabila hendak memilih sesuatu middleware, seseorang itu haruslah berpedoman kepada faktor-faktor berikut:
1. Kegunaan
2. Pengaturan skalaan
3. Keselamatan
4. Keserasian
5. Pengaturan set


Sumber : disini
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Middleware Telematika_

Apakah middleware itu ?? bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, middleware memiliki arti “perangkat tengah”, tetapi dari hasil browsingan yang telah saya lakukan. Middleware adalah relatif baru komputasi Selain lansekap. Itu populer pada tahun 1980-an sebagai solusi untuk masalah bagaimana menghubungkan aplikasi baru dengan sistem warisan yang lebih tua, meskipun system tersebut telah digunakan sejak 1968. Hal ini juga memfasilitasi pengolahan terdistribusi, hubungan antara beberapa aplikasi untuk membuat aplikasi yang lebih besar, biasanya melalui jaringan
Selain itu middleware mengizinkan sesuatu aplikasi yang dijalankan pada platform yang berlainan berhubung di antara satu sama lain. Middlware mengizinkan membangun hubungan untuk tidak bergantung kepada suatu jenis rangkaian protokol, sistem pengoperasian dan peralatan.

Jenis-jenis Middleware :
1. HM (Homegrown Middleware)
2. RPC (Remote Procedure Calls)
3. ORB (Object Request Brokers)
4. MOM (Message Oriented Middleware)
5. TPM (Transaction Processing Monitors)

Cara-Cara Memilih Middleware
Apabila hendak memilih sesuatu middleware, seseorang itu haruslah berpedoman kepada faktor-faktor berikut:
1. Kegunaan
2. Pengaturan skalaan
3. Keselamatan
4. Keserasian
5. Pengaturan set


Sumber : disini
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

TEKNOLOGI YANG TERKAIT ANTAR MUKA TELEMATIKA

Pada pembahasan kali ini, dibahas mengenai teknologi apa saja yang terkait dengan antar muka telematika…pada silabus ada 6 antar muka, mari dibahas satu per satu…

1. Head Up Display System
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Nama asal dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer ,sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.
Wah klo dari pengertiannya berarti agak capek juga ya…karena kepala harus selalu terangkat seperti mendongak gitu …ckckckck

2. Tangible User Interface
Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.

3. Computer Vision
Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra. Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan dari beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.

4. Browsing Audio Data
Browsing data audio tidak semudah browsing dokumen cetak karena sifat temporal suara.

5. Speech Recognition
Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan . Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.
Keren tuh ya…apa ini mirip dengan yang ada di film-film gitu???sebagai contoh : seseorang yang ingin masuk ke ruanga rahasia, sebelum masuk ke ruangannya harus melewati sebuah alat pendeteksi suara…kyk gitu bkn ya???hehehehhe_
6. Speech Synthesis
Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.


Sumber :
http://code86.wordpress.com/2009/11/19/layanan-interface-dan-fitur-fitur-telematika/
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.sigchi.org/chi97/proceedings/paper/kob.htm&ei=mmIRS_tVkrYw_s3FMw&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=6&ved=0CCMQ7gEwBQ&prev=/search%3Fq%3DBrowsing%2BAudio%2BData%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3D2Zm
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

FITUR PADA ANTAR MUKA TELEMATIKA

Pertama kali mendengar kata antar muka yang terlintas dalam pikiran saya yaitu adanya dua orang yang saling berhadap-hadapan sehingga muka / wajah mereka saling berpandang-pandangan dan dari hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tindakan itu merupakan antar muka. Namun dalam pelajaran computer seperti yang akan saya bahas, bukanlah tindakan yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih tetapi lebih pada pertemuan muka antara wajah pengguna computer dengan tampilan komputernya., Hehehehehe_agak bingung g c??? kalau bingung ada pengertian secara lebih ilmiahnya, yaitu :
Antarmuka pengguna (bahasa Inggris: user interface) merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan pengguna (user). Antarmuka pengguna berfungsi untuk menghubungkan antara pengguna dengan sistem operasi, sehingga komputer tersebut bisa digunakan.
Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface(CLI) dan Graphical User Interface(GUI).
Nah jadi agak betul kan yang tadi saya bilang, walau Cuma sedikit betulnya…hehehehhe_paling g hamper benar…
Dilanjutkan lagi dengan membahas mengenai CLI dan GUInya ya…

• Command Line Interface(CLI)
CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu.
Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.
Wah untuk yang CLI ini, paling tidak kita harus tahu mengenai perintah-perintah yang dipakai…jadi berasa ada dizaman dulu lagi deh (maksudnya zaman-zaman SD gitu deh…heheheheh_bukan zaman purba loeh). Klo tampilan computer dizaman dulu kan hanya layar hitam dan putih gitu alias monochrome…ada juga c yang berwarna biru…
Sedangkan untuk yang GUI sebagai berikut…..

• Graphical User Interface(GUI)
GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device).



Gambar, Contoh GUI


Klo dibandingkan dengan CLI, saya c lebih pilih yang GUI karena tampilannya tuh bersahabat banged…cie cie…maksudnya, baik dalam tampilan atau pun penggunaannya lebih mudah yang GUI karena dah di-disain sedemikian rupa selain itu penuh warna pula tampilannya, tidak seperti yang CLI.

Fitur-fitur pada antar muka telematika
Beberapa fitur yang terdapat pada interface telematika seperti :
• Aplikasi Berbasis Web (berteknologi internet),
Aplikasi Berbasis Web yang tidak perlu diinstall di setiap client dan bisa dijalankan pada sistem operasi apapun (Open System). Server berbasis Linux/ Unix yang relatif lebih aman dari gangguan virus komputer dan hacker. Dengan berbagai keunggulan dan kelengkapan yang ditawarkan antara lain :
- Support dan pemeliharaan jarak jauh (Remote Admin)
- Aplikasi yang ringan dan cepat
- Dapat di akses dan bertransaksi dari manapun juga menggunakan internet.
• video conference,
Layanan video conference merupakan layanan komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Teknologi yang digunakan untuk layanan video conference komersial pada awalnya dikembangkan di atas platform ISDN (Integrated Switch Digital Network) dengan standar H.320. Secara fungsional, elemen pendukung layanan video conference terdiri dari:
>> Terminal video conference atau endpoint video conference, adalah perangkat yang berada di sisi pengguna video conference.
>> MCU (Multipoint Conference Unit), adalah semacam server yang berfungsi sebagai pengendali konferensi yang melibatkan banyak pengguna dan banyak sesi konferensi.
>> Gateway dan gatekeeper adalah media yang melakukan proses adaptasi komunikasi video conference berbasis ISDN ke IP dan sebaliknya.
Jenis Video Conference Jenis video conference berdasarkan hubungan diantara pemakainya dapat dibagi menjadi tiga bagian :
1. Real Time Colaboration Multiparty Conferencing, merupakan sarana hubungan konferensi yang seketika dengan resolusi yang baik dan interaktif.
2. Active Participation Users, hubungan yang terjadi diantara pemakai dengan jaringan komputer atau basis data, merupakan konferensi yang seketika dengan resolusi yang baik dan interaktif.
3. Passive Participation Users, keikutsertaan pemakai bersifat pasif dan memerlukan hubungan yang seketika dan interaktif.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Antarmuka_pengguna
http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-1/ch06s03.html
http://www.acehforum.com/search/fitur+interface+TELEMATIKA
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

TEKNOLOGI

...Wireless dan Terminal...
Jaringan wireless sangat berguna bagi kita semua tentunya, karena dengan menggunakan jaringan wireless, kita dapat melakukan koneksi internet dimana saja. Namun, sebagian besar jaringan nirkabel menggunakan menggunakan router nirkabel, yang harus dibeli secara terpisah. Jika memiliki lebih dari satu komputer, sebaiknya kita mengatur jaringan nirkabel tanpa perlu menbeli wireless router dan menghemat uang sendiri.

Nah sebelum lanjut, sebaiknya kita cari tahu dulu apa sih wireless itu?
Setelah saia buka dari sana-sini saia mendapat sedikit pencerahan tentang apa itu wireless ... jadi wireless atau yang biasa disebut dengan Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian...
Yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet.
Saat melakukan hubungan internet dengan menggunakan wireless, tentunya kita menginginkan kemampuan wireless yang maksimal kan?
Nah, sekarang saia ingin memberikan beberapa tips untuk meningkatkan kemapuan wireless..
1. Jauhkan Wireless router dari bahan yang mengandung metal dan tinggikan dari lantai atau dinding. Karena, Metal, dinding, dan lantai dapat melemahkan sinyal dari Wireless Router dan menggangu penerimaan pada Laptop atau perangkai lainnya.
2. Gunakan Antena Wireless yang tepat. Karena, antena default dari wireless router sudah di design omni-directional, artinya sinyal dipancarkan ke segala arah
3. Tambahkan wireless repeater. Karena, wireless repeaters dapat digunakan untuk menambah jangkauan jarak dari sinyal yang dihasilkan oleh wireless router tanpa harus menambahkan kabel.
4. Posisikan wireless router (atau wireless access point) di tengah lokasi atau ruangan yang ingin kita jangkau. Karena, jika tidak memungkinkan maka Kita harus meletakkannya di sebuah area terbuka (outdoor) yang kemungkinan nantinya kita akan menambah peralatan lain untuk menguatkan sinyal dari wireless router.
Sekian penjelasan tentang wireless yang telah saia ketahui, dan semoga tulisan di atas dapat bermanfaat bagi yang membacanya...
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi
Terminal
Pastinya Kita semua sering mendengar kata terminal kan?
Tapi yang ingin saia bahas disini bukanlah terminal tempat dimana banyak bus dan angkutan berhenti untuk mencari para penumpang,,,
Tetapi yang ingin saia tulis disini yaitu tentang terminal yang ada pada komputer...
Ummm,,,dimulai dari mana yaa?
Oiya,,,saia mulai dari pengertian terminal aja dulu yaaa...
Jadi, terminal itu adalah...piranti atau perangkat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer. Secara umum, sebuah terminal terdiri dari monitor dan keyboard. Terminal dibagi menjadi tiga kelas berdasar kemampuan pemrosesan yang dipunyai, yaitu:
• intelligent terminal, yaitu piranti stand-alone yang terdiri dari memori utama dan CPU. Selain itu, intelligeny terminal juga dapat deprogram oleh pemakai (user).
• smart terminal mempunyai beberapa kemampuan pemrosesan (alat pemrosesan), tetapi tidak sebanyak yang dipunyai oleh intelligent terminal. Smart terminal juga memiliki memori di dalamnya sehingga inputan yang telah dimasukkan dapat dikoreksi kembali dan program jenis ini juga tidak dapat diprogram oleh pemakai (user), kecuali oleh pabrik pembuatnya.
• dumb terminal atau non intelligent terminal, yaitu terminal yang tidak mempunyai kemampuan pemrosesan sehingga tidak bisa diprogram dan bergantung sepenuhnya pada prosesor komputer. Non intelligent terminal juga berfungsi sebagai alat input (masukkan) dan outpot (keluaran) pada komputer.

Sumber : http://www.beritanet.com/Literature/Kamus-Jargon/terminal-definisi.html
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

:: Layanan Telematika (Telematics Services) ::

Layanan-layanan Context-Aware dan Event-base
Pada telematika sebenarnya terdapat beberapa layanan-layanan penunjang yang tersedia, seperti contohya : Layanan informasi, keamanan, dan salah satunya adalah layanan context-aware dan event-base. Apa itu layanan context-aware dan event-base?? Yuukk kita bahas!! Di dalam ilmu komputer, terdapat sebuah gagasan yang menyatakan bahwa perangkat komputer memmpunyai kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, istilah context-awareness lebih mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu :

1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

3. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.
Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :

1. Proximate selection
Proximate selection adalah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:
1. Perangkat input dan output yang menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printer, facsimiles, komputer, video camera, dan lain-lain.
2. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.
3. Kumpulan lokasi atau tempat yang sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.

2. Automatic Contextual Reconfiguration
Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.
Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.

3. Contextual Informations and Commands
Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.
Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.

4. Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.
Aturan umum yang harus diisi pada form context-triggered actions :
badge location event-type action
event¬-type dapat berupa kondisi : arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :
coffee kitchen arriving “play –v 50 ~/sounds/rooster.au”
artinya, ketika siapapun berada di dapur dan menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.

Sumber : disini
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

ARSITEKTUR

Kalau bicara tentang arsitektur pasti berkaitan dengan design. Nah, arsitektur yang mau saya bahas disini adalah arsitektur yang berkaitan dengan telematika. Arsitektur itu sendiri merupakan desain sebuah aplikasi, atau bisa juga dibilang merupakan sebuah komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi. Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client.
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan. Macam macam dari client – server adalah :

• One Tier
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Ada beberapa masalah pada komputasi berbasis host: semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, maka akan semakin kewalahan akibatnya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada. Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap pemula, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.


Keuntungan arsitektur standalone (one-tier):
... Sangat mudah
... Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan
Kelemahan arsitektur standalone (one-tier):
... Skala kecil
... Susah diamankan
... Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.
... Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code.
... Cepat dalm merancang dan mengaplikasikan

• Two Tier
Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan. Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya. Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :
1. User Interface.
2. Manajemen Proses.
3. Database.

Kelebihan
- Mudah
- Menangani Database Server secara khusus
- Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.

Kekurangan:
- Kurangnya skalabilitas
- Koneksi database dijaga
- Tidak ada keterbaharuan kode
- Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi
- skala kecil.
- Susah di amankan.
- Lebih mahal.

• Three Tier
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya. Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web.
Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server.
Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.

Kelebihan arsitektur Three Tier :
- Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
- Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah
- Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client.
- Skala besar.
- Keamanan dibelakang firewall
- Transfer informasi antara web server dan server database optimal.
- Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
- Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database

Kekurangan arsitekture Three Tier :
 Lebih susah untuk merancang
 Lebih susah untuk mengatur
 Lebih mahal

• Multi tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI.

Kelebihan arsitektur Multi tier :
 Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
 Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
 Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain. Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi pada beberapa mesin
 Relatif lebih mahal
 Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.

Kekurangan arsitektur Multi tier :
- Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.
- Lebih mahal

Sumber : disini
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS